News

Sektor Kepelabuhanan, ALI: Peran Pelabuhan Marunda Sangat Strategi

 

 

 

 

Tribunnews.comm

 

Asosiasi Logistik Indonesia menilai peran Pelabuhan Marunda sangat strategis dan keberadaannya penting bagi kelancaran pengiriman logistik nasional, karena pelabuhan itu menjadi pelabuhan pendukung Tanjung Priok.

 

Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Nofrisel menilai peran dua pelabuhan baik Tanjung Priok dan Marunda saling melengkapi. Keduanya sama-sama memiliki peran untuk memperlancar arus pengiriman barang nasional.

 

“Artinya, keberadaan Pelabuhan Marunda sangat strategis sekali bagi Pelabuhan Tanjung Priok. Bahkan, peran kedua pelabuhan itu bisa saling berbagi tugas,” ujarnya dalam siaran persnya, Rabu (5/9/2019) lalu.

 

Nofrisel menilai peran kedua pelabuhan itu sudah sangat tepat. Bila Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan terminal multi purpose dan general cargo, maka Pelabuhan Marunda bisa fokus menjadi pelabuhan terminal barang curah, baik curah cair maupun curah padat, serta general cargo khusus.

 

Sebagai informasi, Pelabuhan Marunda dengan operatornya PT Karya Citra Nusantara (KCN) telah mengoperasikan satu dermaga, dari rencana semula sebanyak tiga dermaga dengan panjang mencapai 1.950 meter.

 

Saat ini, KCN telah menginvestasikan dana Rp3,5 triliun untuk membangun satu dermaga dan sebagian dermaga II. “Kami siap menuntaskan pembangunan dermaga Pelabuhan Marunda dengan tambahan dana Rp 4 - 5 triliun lagi. Harapan kami semua dermaga itu tuntas pada 2023,” kata Dirut KCN Widodo Setiadi.

 

Sebagai pelabuhan penunjang Tanjung Priok harus diakui Pelabuhan Marunda sangat mendukung untuk lebih baiknya dwelling time pelabuhan di kawasan Jakarta yang kini sudah di kisaran 3 hari dari semula 6 hari.

 

Oleh karena itu, Ketua Dewan Kehormatan ALI Nofrisel menyarankan agar pengelola pelabuhan itu segera menaikkan kelas pelabuhannya dan menjadi pelabuhan tidak hanya melayani arus pengiriman barang domestik tetapi juga menjadi pelabuhan perdagangan luar negeri.

 

“Dengan demikian, Pelabuhan Marunda diharapkan juga bisa mendongkrak performa kinerja logistik nasional,” ujarnya

 

Berdasarkan data yang dirilis Bank Dunia (World Bank) pada Juli 2018, performa logistik Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

 

Nilai total LPI Indonesia pada 2018 adalah sebesar 3,15, yang membawanya ke peringkat 46 dari 160 negara di dunia. Masih kalah dari Thailand yang berada di posisi 32, dan Malaysia di posisi 41. Bahkan Vietnam bisa berada di posisi 39.

 

Another News :

Star Movers Bali   |   Prathama Global Trading   |   XPS Link   |   Chinese Chinese

Copyright © 2015 PT. Prathama Line Logistics