News

SEKTOR TRANSPORTASI & LOGISTIK Investasi Bakal Melejit

 

 

Bisnis Indonesia

Senin, 4 Februari 2019

Oleh : Rinaldi M. Azka

 

JAKARTA – Peluang investasi di sektor-sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi pada tahun ini dinilai masih besar seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur dan makin ramainya kehadiran perusahaan rintisan.

 

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada 2018 di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi tumbuh sebesar 58,6% menjadi Rp. 94,9 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp.. 59,8 triliun.

 

Pertumbuhan realisasi investasi di sektor tersebut jauh lebih tingggi dibandingkan dengan kenaikan realisasi total investasi yang hanya mencapai 4,1% menjadi Rp. 721,3 triliun.

 

Secara terperinci, penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi pada 2018 mencapai Rp. 58,73 triliun atau tumbuh 70,38% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp. 34,47 triliun..

 

Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) di sektor ini tumbuh 59,78% dari US$ 1,89 miliar pada 2017 menjadi US$ 3,02 miliar pada tahun lalu.

 

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menuturkan, sektor tersebut masuk ke dalam investasi sektor tersier. “Terjadi peningkatan dalam beberapa tahun terakhir sejalan dengan maraknya pembangunan infrastruktur yang jadi prioritas,” ungkapnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

 

Menurutnya, setiap pertumbuhan investasi sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan pemerintah dan ketika pemerintah menaruh prioritas pembangunan, sektor tersebut menjadi salah satu yang turut tumbuh..

 

Dia menjelaskan bahwa sepanjang infrastruktur masih menjadi prioritas pemerintah, investasi di sektor-sektor tersier yang terkait dengan infrastruktur tersebut akan terus mengalami peningkatan.

 

“Sektor infrastruktur ini sebenarnya adalah sektor penunjang bagi pertumbuhan sektor-sektor prioritas, khususnya yang dapat diperdagangkan khususnya manufaktur dan pertanian,” imbuhnya.

 

INFRASTRUKTUR

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai lonjakan realisasi investasi di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi masih akan berlanjut mengingat masifnya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan pelabuhan.

 

Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengungkapkan, realisasi investasi sektor logistik masih akan tumbuh signifikan.

 

“Ke depannya kami tetap optimis bahwa akan mengalami kenaikan terutama untuk pergudangan, diharapkan tahun ini 9% - 12% pertumbuhannya,” ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (3/1).

 

Dia menuturkan pertumbuhan investasi di sektor logistik infrastruktur dan jasa logistik mengalami kenaikan karena pembangunan infrastruktur seperti jalan bebas hambatan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, serta minyak dan gas.

 

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah dan pelaku usaha harus tetap melakukan perbaikan di sektor logistik karena secara prospek pertumbuhannya masih tinggi dan banyak sektor khusus yang bisa digarap.

 

“Kita bisa lebih meningkatkan efisiensi dan daya saing [agar] pertumbuhannya bisa lebih tinggi lagi. Saat ini, masih banyak pekerjaan yang sebetulnya untuk pasar Indonesia, tetapi dikerjakan di beberapa negara tetangga kita,” terangnya.

 

Sementara itu, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menjelaskan bahwa pertumbuhan realisasi investasi yang signifikan di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi didorong oleh besarnya investasi yang masuk untuk mendukung bisnis rintisan di Indonesia.

 

Ketua Umum ALI Zaldy Ilham Masita menuturkan, lonjakan investasi di sektor transportasi mungki didukung oleh masuknya model baru ke Go-jek dan Grab dalam nilai yang besar.

 

“Dan memang banyak perusahaan logistik baru termasuk startup log yang mulai pada 2018,” ungkapnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

 

Menurutnya, tren kenaikan investasi di sektor tersebut akan bertahan hingga 5 tahun ke depan karena peluang melakukan efisiensi di logistik Indonesia masih sangat besar serta permintaan dari pemakai jasa logistik semakin kompleks.

 

“Saya rasa persaingan usaha juga masih luas karena pasar logistik bertambah besar. Perusahaan logistik harus inovatif dan memakai teknologi sebagai aset utama, sedangkan perusahaan logistik yang masih model lama pasti akan merasakan persaingan yang ketat karena tidak bisa inovatif,” ungkapnya.

 

Zaldy mendorong agar pengusaha logistik lokal berbenah karena perubahan model bisnis di sektor logistik sangat cepat dan harus mengikuti perkembangan teknologi terkini.

Another News :

Star Movers Bali   |   Prathama Global Trading   |   XPS Link   |   Chinese Version Chinese Version

Copyright © 2015 PT. Prathama Line Logistics