News

ALFI: Akses Tol Tanjung Priok Bakal Pangkas Biaya Logistik 15%

 

 

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha logistik mengungkapkan jika akses tol langsung dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok sudah bisa dioperasikan bakal mengefisienkan waktu delivery barang serta memangkas biaya logistik sekitar 15%.

Sekretaris DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim mengatakan pihak-pihak terkait dalam proyek pembangunan jalan tol Seksi E2-Pelabuhan Tanjung Priok tersebut harus mempercepat penyelesaian akses tol yang menjadi jalur distribusi barang dari dan ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

“Pelaku usaha sudah tidak sabar kapan akses tol langsung Priok itu bisa selesai dan di operasikan. Sebab, fasilitas ini kami rasakan cukup vital dalam mendongkrak aktivitas layanan jasa kepelabuhan di Priok. Biaya logistik juga bisa ditekan sekitar 15% dan sekaligus kinerja logistik nasional terdongkrak,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (10/8/2016).

Adil mengatakan selama ini membengkaknya biaya logistik selain disebabkan lamanya waktu bongkar muat di Pelabuhan juga akibat lamanya waktu tempuh barang saat delivery akibat kemacetan sehingga operasional trucking yang berasal dari komponen bahan bakar minyak (BBM) ikut melonjak.

“Komponen BBM truk itu mencapai 30%-35% dari operasional usaha trucking. Angka ini dirasakan masih cukup tinggi,” paparnya.

ALFI, kata dia, berharap Presiden Joko Widodo dapat menginstruksikan jajarannya maupun intansi terkait untuk mendorong percepatan penyelesaian infrastruktur jalan tol Seksi E2-Pelabuhan Tanjung Priok yang pengerjaannya kontruksinya mulai dilakukan sejak 2008 tersebut.

“Sudah delapan tahun, kami pelaku usaha logistik di Priok setiap hari bergelut dengan kemacetan di jalan arteri karena akses tol itu belum selesai,” tuturnya.

Akses tol langsung pelabuhan Priok merupakan bagian dari jaringan tol di Jabodetabek yang terintegrasi dengan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), Tol Dalam Kota, dan Tol Pelabuhan.

Adil meyakini, dengan beroperasinya tol pelabuhan Priok itu dapat mempercepat perbaikan Indeks Kinerja Logistik atau Logistic Performance Index (LPI) Indonesia pada masa-masa yang akan datang, lantaran Pelabuhan Priok merupakan barometer perekonomian nasional dengan lebih dari 65% kegiatan perdagangan eskpor impor maupun domestik di lakukan melalui pelabuhan tersebut.

Dia juga mengatakan, untuk meningkatkan performace logistik nasional, hendaknya layanan operator pelabuhan Priok juga jangan hanya fokus pada peningkatan servis bongkar muat dan angkutan peti kemas ekspor impor saja tetapi juga perlu membenahi layanan non peti kemas atau kargo umum (breakbulk).

Berdasarkan data Pelabuhan Tanjung Priok, arus barang non peti kemas selama Januari-Mei 2016 untuk general kargo mencapai 2.731.908 ton, bag cargo 451.958 ton, curah cair 760.234 ton, dan curah kering 2. 730.387 ton. “Fokus layanan terhadap semua jenis layanan kargo di pelabuhan harus seimbang,” ujarnya.

Adil menyatakan, ALFI juga prihatin dengan laporan dari World Bank baru-baru ini yang menyebutkan kinerja logistik Indonesia justru mengalami penurunan. “Semua pihak mesti membenahi dimana hambatannya termasuk soal pembangunan infrastruktur transportasi,” paparnya.

Pada Juni 2016, Bank Dunia (Wordl Bank) merilis Logistics Performance Index (LPI) atau Indeks Logistik Indonesia tahun 2016 menurun 10 peringkat dari peringkat 53 dengan skor 3,08 tahun 2014 menjadi peringkat 63 dengan skor 2,98 pada 2016.

[ALI] [NEWS] ALFI: Akses Tol Tanjung Priok Bakal Pangkas Biaya Logistik 15%, Bisnis.com, Rabu 10 Agustus 2016 

Another News :

Star Movers Bali   |   Prathama Global Trading   |   XPS Link

Copyright © 2015 PT. Prathama Line Logistics